Saluran Tuba Asal Kanker Ovarium


Oleh: Dahlia Krisnamurti; Gaya Hidup & Kesehatan – Selasa, 19 April 2011 | 22:09 WIB
INILAH.COM, Jakarta – Sebuah penelitian menunjukkan bahwa proses yang membentuk kanker ovarium itu bukan berasal dari indung telur, melainkan dari saluran tuba.

Kanker ovarium adalah kanker kelima yang paling mematikan yang mempengaruhi 200.000 perempuan di seluruh dunia dan membunuhrata – rata 115.000 orang perempuan tiap tahun.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat beberapa waktu lalu, memberikan petunjuk tentang bagaimana cara kanker indung telur itu menyerang yang sering tidak menunjukkan gejala awal dan saat ditemukan telah menyebar.

Beberapa studi telah berteori bahwa kanker mungkin berasal tempat lain, tetapi penelitian terbaru oleh para ilmuwan di Dana-Farber Cancer Institute di Boston menunjukkan bagaimana kanker mengambil akar tuba pertama dalam jaringan.

Saluran tuba adalah jalur tempat telur seorang wanita berjalan dari ovarium ke rahim sebagai bagian dari siklus reproduksinya.

Penulis senior Proceedings of the National Academy of Sciences, Ronny Drapkin mengatakan pemeriksaan sebelumnya pada jaringan fallopi diambil dari perempuan genetik cenderung untuk kanker ovarium telah menunjukkan “patch sel yang pendahulu dari kanker yang serius.”

Jadi mereka memutuskan untuk mencoba dan meniru proses pembentukan kanker di laboratorium. Selanjutnya, peneliti mengambil sel telur dan diubah pada bagian genetika mereka, sehingga mereka akan membagi banyak sel-sel kanker.

“Seperti sel tumor benar, ini ‘buatan’ sel-sel kanker berkembang biak cepat dan dapat meninggalkan jaringan rumah mereka dan tumbuh di tempat lain,” jelas seorang peneliti, seperti dilansir News.Yahoo.

“Ketika ditanam pada hewan laboratorium, mereka juga menimbulkan tumor yang struktural, perilaku, dan genomically mirip dengan HGSOC manusia (high-grade kanker ovarium serius).”

Drapkin menambahkan temuan menunjukkan bahwa sel-sel telur adalah sumber kanker ovarium, dan petunjuk menawarkan untuk pengobatan di masa mendatang.

“Studi ini akan membantu kami mengidentifikasi berbagai jenis high-grade kanker ovarium serous, serta mungkin menemukan biomarker protein dalam darah yang menandakan keberadaan penyakit ini,” kata Drapkin, asisten profesor di Harvard Medical School .

“Pada akhirnya, model ini akan memungkinkan kita untuk menguji terapi potensial untuk menentukan cara kerja terbaik di masing-masing jenis penyakit,” katanya. [mor]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s