Siklus Haid Picu Perempuan Boros


Oleh: Dahlia Krisnamurti: Gaya Hidup – Minggu, 1 Mei 2011 | 19:39 WIB

INILAH.COM,Jakarta – Sebuah penelitian di Inggris menunjukkan bahwa siklus haid yang dialami perempuan bisa mempengaruhi mood seseorang perempuan untuk berbelanja lebih agresif alias boros.

Psikolog dari Hertfordshire University menemukan fakta bahwa menjelang hari terakhir masa menstruasinya, perempuan cenderung akan menghabiskan banyak uang dengan berbelanja impulsif.

Dalam penelitian itu, Professor Karen menanyakan 443 perempuan berusia 18-50 tentang prilaku belanja mereka selama tujuh hari terakhir. Kemudian jawaban itu dibandingkan dengan siklus menstruasi yang dialami masing-masing responden.

Hasil penelitian yang telah dilaporkan dalam Konferensi British Psychological Society di Brighton ini menunjukan, menjelang masa terakhir menstruasi, sebanyak 153 perempuan mengaku tidak dapat mengontrol keinginannya berbelanja.

Hampir dua pertiga perempuan dilaporkan melakukan belanja impulsif dengan mengeluarkan banyak uang dan membeli sesuatu melebihi dari yang mereka butuhkan.

“Intinya, siklus haid ternyata juga ikut mengubah perilaku belanja seseorang,” katanya. Menurut Professor Karen Pine, perempuan memanfaatkan berbelanja untuk mengatasi dan mengontrol emosi yang kerap muncul dan mengganggu saat haid tiba.

Seperti diketahui, perubahan hormon yang terjadi setiap bulan sering kali mengubah mood perempuan dan menimbulkan perasaan negatif seperti rasa marah, depresi ataupun stres.

“Ketika perempuan berada pada masa menstruasi kemungkinan membelanjakan uang semakin besar. Mereka kurang dapat mengontrol pengeluarannya, lebih impulsif dan juga berlebihan dalam berbelanja,” ujar Professor Karen yang juga pemimpin penelitian.

Karen menambahkan, kebiasaan menghabiskan uang ini merupakan reaksi untuk mengontrol emosinya. Mereka merasa stres atau depresi dan lebih suka pergi berbelanja untuk menceriakan suasana hatinya dan mengontrol emosinya tersebut.

“Cara ini juga dilakukan untuk mengatasi emosi yang berlebih daripada mereka harus mengkonsumsi minuman beralkohol ataupun obat-obatan,” tambah Karen. [mor]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s