LSM PERINTIS Kutuk Pembantaian Sadis Suku Rohingya


LSM PERINTIS Kutuk Pembantaian Sadis Suku Rohingya

Pembantaian dan Pembunuhan Sadis Ala Komunis

LSM PERINTIS mengutuk keras aksi pembantaian secara sadis suku Rohingya di Myanmar. Pasalnya, pembantaian keji warga muslim Rohingya itu sangat tidak berprikemanusiaan.

Demikian dikatakan Ketua Umum LSM PERINTIS, Hendra Silitonga di Medan, Kamis (26/07/2012), mencermati pertikaian bernuansa SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan) yang berkepanjangan di negara Myanmar yang disebut-sebut melibatkan para pemimpin negara Asia Tenggara itu.

“Saya terkejut begitu melihat foto-foto mayat para korban pembantaian itu, terlihat ada ratusan bahkan ribuan manusia yang dibantai, dibunuh, dibakar hidup-hidup. Begitu kejinya kelompok etnis yang diduga didukung rezim pemerintahan Myanmar memperlakukan manusia ibarat binatang,”cetus Hendra.

Dikatakan, perbuatan biadab yang dipertontonkan oleh negara Myanmar kehadapan warga dunia sangat tidak bisa ditolerir, dan sudah sepantasnya negara itu diisolasi dari pergaulan internasional atas tindakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) paling berat.

“Pemerintah RI harus segera memutuskan hubungan diplomatik dan atau hubungan kerjasama apapun dengan negara Myanmar, karena perbuatan negara itu pasti tidak akan ditolerir oleh warga dunia manapun. Tindakan ala Komunis itu harus segera dihentikan,”tegas Hendra.

Dikatakan, pembantaian sadis di Myanmar itu merupakan pelanggaran HAM terberat dalam dasawarsa ini. Apalagi pembantaian ini sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu dan terus terjadi hingga bulan ini,” tutur pria yang juga pemerhati masalah Hukum dan HAM ini.

PBB Lamban

Menurut Hendra, PBB dan badan dunia lainnya dinilai lamban mencermati kasus pelanggaran HAM berat ini, buktinya dari laporan yang muncul sedikitnya sudah 6000 warga Rohingya yang tewas dibantai dan diberlakukan ibarat binatang, namun baru sekarang PBB bersikap serius.

“Badan-Badan internasional seperti PBB dan OKI hendaknya harus segera mengambil tindakan nyata guna menghentikan aksi kekerasan bernuansa SARA dan keji terjadap warga muslim di Myanmar itu.

Pemerintah RI diminta segera bersikap tegas atas pembantaian ribuan muslim Rohingya di Myanmar itu, jangan menunggu peringatan dari PBB atau pihak manapun. Apalagi Rohingya adalah umat muslim yang saat ini kondisinya sangat teraniaya dan trauma.

“Langkah paling awal dan cepat, seharusnya pemerintah RI segera mengirimkan nota protes ke Kedubes Myanmar di Jakarta. Tolong segera selamatkan kaum muslim Rohingnya, atau kami akan turun kesana bersama ribuan teman-teman lainnya,” ancam Hendra

Bayangkan, lanjut Hendra, selain maraknya aksi pengepungan, penyerangan, pemerkosaan, dan pambantaian membabibuta warga Rohingya, kaum Muslim Rohingya sebagai saudara seiman kita itu juga tidak bisa melakukan ibadah Ramadhan dengan khusuk.

Karena, kekerasan komunal disana terus berlangsung secara luas, enam minggu setelah pemerintah negara itu mengumumkan keadaan darurat. Untuk itu, presiden memerintakan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa agar mendesak pemerintah Myanmar segera menghentikan pembantaian warga Rohingya.

Sebagai Ketua ASEAN, Indonesia berkewajiban memperhatikan dan ikut menyelesaikan masalah ini. ASEAN harus melakukan tindakan khusus berupa perlindungan dan tuntutan penghentian tindakan kekerasan terhadap etnis Rohingya.

Lebih jauh dikatakan, Pemerintah Myanmar mesti ditekan agar melakukan upaya penyelesaian konflik. Warga Rohingya di negara bagian Rakhine (Arahan), Myanmar dibantai oleh kelompok yang diduga dilakukan oleh etnis lain yang didukung oleh pasukan gabungan keamanan Rakhine.

Jumlah kematian muslim di Arakan diperkirakan mencapai 6.000 jiwa. Selain dibunuh, juga terjadi pembakaran, penjarahan, pemerkosaan, serta penangkapan Muslim Rohingya di Negara Bagian Arakan Myanmar.

Menurut laporan, disebut-sebut pertikaian bernuansa SARA antara kaum muslim Rohingya dengan kelompok etnis Myanmar dari Buddha itu juga didukung oleh pemerintahan Muyanra sendiri, dengan alasan negara itu tidak menerima dan mengakui kaum muslim Rohingya itu bagian dari warga negaranya. (TIM/TRI).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s