Jahe, Obat Anti Mual


https://i1.wp.com/l2.yimg.com/bt/api/res/1.2/NNdiqfla0Vy4h_N1VO4ujw--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD0yNzA7cT03NTt3PTQzNg--/http://media.zenfs.com/id_ID/News/Tribune_News/jahe2.jpgJahe dapat berfungsi untuk mengurangi mual dan ketidaknyamanan pencernaan secara umum. Banyak cara yang bisa Anda lakukan dengan jahe. Jika Anda tidak terbiasa mengonsumsi jahe begiru saja, Anda bisa mengolahnya menjadi berbagai minuman dan campuran lainnya.

Salah satunya dengan menyeduh teh hangat dengan irisan jahe tipis. Hal ini dipercaya dapat memberikan dosis yang lebih ringan bagi perut. Namun, jangan terlalu banyak mengonsumsi jahe dalam bentuk besar, karena dapat membuat perut Anda iritasi dan menyebabkan diare. Gunakan jahe hanya hingga 2.000 mg sehari.

Tidak hanya dbuat untuk campuran minuman, jahe juga telah diolah menjadi permen, minuman kaleng ataupun kue. Secara tradisional, penggunaan jahe dapat meliputi penyembuhan masalah perut saja, tetapi juga bisa mengurangi sakit gigi, dan rematik.

Para dokter di zaman Cina kuno juga sudah menggunakan jahe guna pengobatan kolera. Pengujian ilmiah menegaskan efektivitas jahe dalam mengobati masalah pencernaan, termasuk menghilangkan mual.

Minyak volatile pada jahe dapat menciptakan rasa ramuan dan efek obat. Pengujian pada hewan dan manusia menunjukkan minyak pada jahe meringankan mual pagi hari dan mabuk serta mual akibat kemoterapi dan anestesi, menurut Dr. Kathi J. Kemper, dari Longwood Herbal Task Force. Pengujian tidak mengkonfirmasi jahe sebagai pengobatan yang efektif untuk lambung atau perut kembung.

Dalam pengujian laboratorium, jahe menunjukkan efek antibakteri dan antijamur. Jahe mengandung sejumlah besar anti-oksidan zingerone dan dapat melindungi jaringan tubuh dari kerusakan oksidasi.

Penggunaan jahe pada anak di bawah usia 2 tahun tidak disarankan. Sedangkan untuk anak dengan usia 2 tahun lebih dosis yang digunakan disesuaikan dengan berat badan sang anak. Selain itu jahe juga dapat berfungsi mencegah darah dari pembekuan normal.

Perlu Anda ketahui, jahe tidak boleh digunakan berbarengan dengan obat aspirin atau warfarin. Menggunakan jahe selama lebih dari 4 hari dapat menyebabkan diare dan mengiritasi jaringan yang sensitif. Untuk amannya, konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menggunakan jahe sebagai obat.

Direview oleh dr. Adhiatma Gunawan

www.MeetDoctor.com

***

Punya pertanyaan seputar masalah kesehatan? Ajukan di www.MeetDoctor.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s