Fatwa Ulama: Musafir Yang Tidak Berpuasa, Bolehkah Jima’ Di Siang Hari Ramadhan?


Ummu Yasir|Syahrul|Hasna|Khansa|Tazkiya

Fatwa Ulama: Musafir Yang Tidak Berpuasa, Bolehkah Jima’ Di Siang Hari Ramadhan?

سْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz

Soal:
Apa hukum bagi orang yang berpuasa melakukan jima’(berhubungan intim) di siang hari Ramadhan? Apakah boleh bagi musafir jika berbuka (tidak puasa) melakukan jima’ dengan istrinya (di siang hari Ramadhan)?

Jawab:
Wajib bagi yang berpuasa jika melakukan jima’ pada siang hari Ramadhan membayar kafarah, yaitu sebagaimana kafarah zhihar (lihat surat Al Mujadalah 3-4). Dan wajib juga meng-qadha puasa saat itu. Dan wajib bertaubat kepada Allah Subhanahu atas apa yang ia lakukan.
Adapun jika ia adalah seorang musafir atau sedang sakit, yang sakitnya membolehkan berbuka, maka tidak ada kafarah serta tidak masalah baginya (berjima’ di siang hari Ramadhan). Dan ia wajib meng-qadha puasa pada hari itu. Karena orang yang sakit dan musafir boleh berbuka (membatalkan puasa) dengan jima’ atau yang lain (misalnya makan-minum).

Allah Ta’ala berfirman,

فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ…

View original post 83 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s