Inspirative Housewife Story


Inspirative Housewife Story

Tiga anaknya tidak sekolah di sekolah

formal layaknya anak-anak pada

umumnya. Tapi ketiganya mampu

menjadi anak-anak teladan, dua di

antaranya sudah kuliah di luar

negeri di usia yang masih seangat

muda. Saya cuma berdecak gemetar

mendengarnya. Bagaimana bisa?

Minggu (21/ 7) lalu, saya mengikuti acara

Forum Indonesia Muda (FIM) Ramadhan

yang diadakan di UNPAD. Niat awalnya

mau nabung ilmu dan inspirasi sebelum

pulang kampung, selain juga memang

karena pengisi acaranya inspiring. Eh,

pembicara yang paling saya tunggu

ternyata berhalangan hadir. But, that’s not

the point . Semua pembicara yang hadir

memang sangat inspiring, tapi saya benar-

benar dikejutkan di sesi terakhir. Tentang

parenting . Awalnya saya pikir sesi ini mau

membicarakan apa gitu. Do you know

actually? It talks about a success and

inspiring housewife . Saya langsung melek.

Lupa lapar. Like my dream becomes

closer . Saya mencari seminar yang

membahas tentang keiburumahtanggaan.

Nggak tahunya nemu di sana. Lihatlah

daftar mimpi besar saya nomor 1-4.

Rasanya terbahas semua sore itu. (No

offense nomor 2, gue juga kagak tahu

kalau urusan itu :p ) Baiklah, mukadimah

ini akan terlalu panjang kalau saya

lanjutkan.

Namanya Ibu Septi Peni Wulandani. Kalau

kalian search nama ini di google, kalian

akan tahu bahwa Ibu ini dikenal sebagai

Kartini masa kini. Bukan, dia bukan

seorang pejuang emansipasi wanita yang

mengejar kesetaraan gender lalala itu.

Bukan.

Beliau seorang ibu rumah tangga

profesional, penemu model hitung

jaritmatika, juga seorang wanita yang amat

peduli pada nasib ibu-ibu di Indonesia.

Seorang wanita yang ingin mengajak

wanita Indonesia kembali ke fitrahnya

sebagai wanita seutuhnya. Dalam sesi itu,

beliau bercerita kiprahnya sebagai ibu

rumah tangga yang mendidik tiga anaknya

dengan cara yang bahasa kerennya anti

mainstream . It’s like I’m watching 3 Idiots.

But this is not a film. This is a real story

from Salatiga, Indonesia.

Semuanya berawal saat beliau

memutuskan untuk menikah. Jika ada

pepatah yang mengatakan bahwa

pernikahan adalah peristiwa peradaban,

untuk kisah Ibu Septi, pepatah itu tepat

sekali. Di usianya yang masih 20 tahun,

Ibu Septi sudah lulus dan mendapat SK

sebagai PNS. Di saat yang bersamaan,

beliau dilamar oleh seseorang. Beliau

memilih untuk menikah, menerima

lamaran tersebut. Namun sang calon

suami mengajukan persyaratan: beliau

ingin yang mendidik anak-anaknya kelak

hanyalah ibu kandungnya. Artinya? Beliau

ingin istrinya menjadi seorang ibu rumah

tangga. Harapan untuk menjadi PNS itu

pun pupus. Beliau tidak mengambilnya.

Ibu Septi memilih menjadi ibu rumah

tangga. Baru sampai cerita ini saja saya

sudah gemeteran.

Akhirnya beliaupun menikah. Pernikahan

yang unik. Sepasang suami istri ini sepakat

untuk menutup semua gelar yang mereka

dapat ketika kuliah. Aksi ini sempat

diprotes oleh orang tua, bahkan di

undangan pernikahan mereka pun tidak

ada tambahan titel/ gelar di sebelah nama

mereka. Keduanya sepakat bahwa setelah

menikah mereka akan memulai kuliah di

universitas kehidupan. Mereka akan

belajar dari mana saja. Pasangan ini

bahkan sering ikut berbagai kuliah umum

di berbagai kampus untuk mencari ilmu.

Gelar yang mereka kejar adalah gelar

almarhum dan almarhumah. Subhanallah.

Tentu saja tujuan mereka adalah khusnul

khatimah. Sampai di sini, sudah kebayang

kan bahwa pasangan ini akan mencipta

keluarga yang keren?

Ya, keluarga ini makin keren ketika sudah

ada anak-anak hadir melengkapi

kehidupan keluarga. Dalam mendidik anak,

Ibu Septi menceritakan salah satu prinsip

dalam parenting adalah demokratis,

merdekakan apa keinginan anak-anak.

Begitupun untuk urusan sekolah. Orang

tua sebaiknya memberikan alternatif

terbaik lalu biarkan anak yang memilih.

Ibu Septi memberikan beberapa pilihan

sekolah untuk anaknya: mau sekolah

favorit A? Sekolah alam? Sekolah bla bla

bla. Atau tidak sekolah? Dan wow, anak-

anaknya memilih untuk tidak sekolah.

Tidak sekolah bukan berarti tidak mencari

ilmu kan? Ibu Septi dan keluarga punya

prinsip: Selama Allah dan Rasul tidak

marah, berarti boleh. Yang diperintahkan

Allah dan Rasul adalah agar manusia

mencari ilmu. Mencari ilmu tidak melulu

melalui sekolah kan? Uniknya, setiap anak

harus punya project yang harus dijalani

sejak usia 9 tahun. Dan hasilnya?

Enes, anak pertama. Ia begitu peduli

terhadap lingkungan, punya banyak

project peduli lingkungan, memperoleh

penghargaan dari Ashoka, masuk koran

berkali-kali. Saat ini usianya 17 tahun dan

sedang menyelesaikan studi S1nya di

Singapura. Ia kuliah setelah SMP, tanpa

ijazah. Modal presentasi. Ia kuliah dengan

biaya sendiri bermodal menjadi seorang

financial analyst. Bla bla bla banyak lagi.

Keren banget. Saat kuliah di tahun

pertama ia sempat minta dibiayai orang

tua, namun ia berjanji akan menggantinya

dengan sebuah perusahaan. Subhanallah.

Uang dari orang tuanya tidak ia gunakan,

ia memilih menjual makanan door to door

sambil mengajar anak-anak untuk

membiayai kuliahnya.

Ara, anak ke-2. Ia sangat suka minum susu

dan tidak bisa hidup tanpa susu. Karena

itu, ia kemudian berternak sapi. Pada

usianya yang masih 10 tahun, Ara sudah

menjadi pebisnis sapi yang mengelola

lebih dari 5000 sapi. Bisnisnya ini konon

turut membangun suatu desa. WOW!

Sepuluh tahun gue masih ngapain? Dan

setelah kemarin kepo, Ara ternyata saat ini

juga tengah kuliah di Singapura menyusul

sang kakak.

Elan, si bungsu pecinta robot. Usianya

masih amat belia. Ia menciptakan robot

dari sampah. Ia percaya bahwa anak-anak

Indonesia sebenarnya bisa membuat

robotnya sendiri dan bisa menjadi kreatif.

Saat ini, ia tengah mencari investor dan

terus berkampanye untuk inovasi

robotnya yang terbuat dari sampah.

Keren!

Saya cuma menunduk, what I’ve done

until my 20? :0 Banyak juga peserta yang

lalu bertanya, “kenapa cuma 3, Bu?” hehe.

Dari cerita Ibu Septi sore itu, saya

menyimpulkan beberapa rahasia kecil

yang dimiliki keluarga ini, yaitu:

1. Anak-anak adalah jiwa yang merdeka,

bersikap demokratis kepada mereka

adalah suatu keniscayaan

2. Anak-anak sudah diajarkan tanggung

jawab dan praktek nyata sejak kecil

melalui project. Seperti yang saya bilang

tadi, di usia 9 tahun, anak-anak Ibu Septi

sudah diwajibkan untuk punya project

yang wajib dilaksanakan. Mereka wajib

presentasi kepada orang tua setiap

minggu tentang project tersebut.

3. Meja makan adalah sarana untuk

diskusi. Di sana mereka akan

membicarakan tentang ‘kami’, tentang

mereka saja, seperti sudah sukses apa?

Mau sukses apa? Kesalahan apa yang

dilakukan? Oh ya, keluarga ini juga punya

prinsip, “kita boleh salah, yang tidak boleh

itu adalah tidak belajar dari kesalahan

tersebut”. Bahkan mereka punya waktu

untuk merayakan kesalahan yang disebut

dengan “false celebration”.

4. Rasulullah SAW sebagai role model.

Kisah-kisah Rasul diulas. Pada usia sekian

Rasul sudah bisa begini, maka di usia

sekian berarti kita juga harus begitu.

Karena alasan ini pula Enes memutuskan

untuk kuliah di Singapura, ia ingin hijrah

seperti yang dicontohkan Rasulullah. Ia

ingin pergi ke suatu tempat di mana ia

tidak dikenal sebagai anak dari orang

tuanya yang memang sudah terkenal

hebat.

5. Mempunyai vision board dan vision

talk . Mereka punya gulungan mimpi yang

dibawa ke mana-mana. Dalam setiap

kesempatan bertemu dengan orang-orang

hebat, mereka akan share mimpi-mimpi

mereka. Prinsip mimpi: Dream it, share it,

do it, grow it!

6. Selalu ditanamkan bahwa belajar itu

untuk mencari ilmu, bukan untuk mencari

nilai

7. Mereka punya prinsip harus jadi

entrepreneur. Bahkan sang ayah pun

keluar dari pekerjaannya di suatu bank

dan membangun berbagai bisnis bersama

keluarga. Apa yang ia dapat selama

bekerja ia terapkan di bisnisnya.

8. Punya cara belajar yang unik. Selain

belajar dengan cara home schooling di

mana Ibu sebagai pendidik, belajar dari

buku dan berbagai sumber, keluarga ini

punya cara belajar yang disebut Nyantrik.

Nyantrik adalah proses belajar hebat

dengan orang hebat. Anak-anak akan

datang ke perusahaan besar dan

mengajukan diri menjadi karyawan

magang. Jangan tanya magang jadi apa ya,

mereka magang jadi apa aja. Ngepel,

membersihkan kamar mandi, apapun.

Mereka pun tidak meminta gaji. Yang

penting, mereka diberi waktu 15 menit

untuk berdiskusi dengan pemimpin

perusahaan atau seorang yang ahli setiap

hari selama magang.

9. Hal terpenting yang harus dibangun

oleh sebuah keluarga adalah kesamaan visi

antara suami dan istri. That’s why milih

jodoh itu harus teliti. Hehe. Satu cinta

belum tentu satu visi, tapi satu visi pasti

satu cinta

10. Punya kurikulum yang keren, di mana

fondasinya adalah iman, akhlak, adab, dan

bicara.

11. Di-handle oleh ibu kandung sebagai

pendidik utama. Ibu bertindak sebagai

ibu, partner , teman, guru, semuanya.

Daaaan masih banyak lagi. Teman-teman

yang tertarik bisa kepo twitter ibu @

septipw atau gabung dan ikut kuliah

online tentang keiburumahtanggaan di

ibuprofesional.com.

Hhhhmmm. Gimana? Profesi ibu rumah

tangga itu profesi yang keren banget

bukan? Ia adalah kunci awal terbentuknya

generasi brilian bangsa. Saya ingat cerita

Ibu Septi di awal kondisi beliau menjadi

ibu rumah tangga. Saat itu beliau iri

melihat wanita sebayanya yang berpakaian

rapi pergi ke kantor sedangkan beliau

hanya mengenakan daster. Jadilah beliau

mengubah style-nya. Jadi Ibu rumah

tangga itu keren, jadi tampilannya juga

harus keren, bahkan punya kartu nama

dengan profesi paling mulia: housewife.

So, masih zaman berpikiran bahwa ibu

rumah tangga itu sebatas sumur, kasur,

lalala yang haknya terinjak-injak dan

melanggar HAM? Duh please, housewife is

the most presticious career for a woman,

right? Tapi semuanya tetap pilihan. Dan

setiap pilihan punya konsekuensi Jadi

apapun kita, semoga tetap menjadi

pendidik hebat untuk anak-anak generasi

bangsa.

Setelah mengikuti sesi tersebut, saya

menarik kesimpulan bahwa seminar

kepemudaan tidak melulu bahas tentang

organisasi, isu-isu negara, dan lain-lain

yang biasa dibahas. Pemuda juga perlu

belajar ilmu parenting untuk bekal dalam

mendidik generasi penerus bangsa ini.

Bukankah dari keluarga karakter anak itu

terbentuk?

Wallahualambisshawab. Semoga ada yang

bisa diambil pelajaran.

2 September 2013 pukul 18:55 | From: https://www.facebook.com/notes/sofie-a-ra-classic/inspirative-housewife-story/433740953410198

Yang Singkat


– yang singkat itu “WAKTU”
– yang menipu itu “DUNIA”
– yang dekat itu “KEMATIAN”
– yang besar itu “HAWA NAFSU”
– yang berat itu “AMANAH”
– yang sulit itu “IKHLAS”
– yang mudah itu “BERBUAT DOSA”
– yang susah itu “SABAR”
– yang sering itu “LUPA BERSYUKUR”
– yang membakar amal itu “GHIBAH”
– yang mendorong keneraka itu “LIDAH”
– yang berharga itu “IMAN”
– yang menenteramkan hati itu “BERDZIKIR”
– yang ditunggu Allah swt. Itu “TAUBAT”

SETUJU ENGGAK ALL BROOOOOOOO …..,
KALAU SETUJU, ANGKAT DONG JEMPOLNYA.?

Write by: Akhmad Sonny Firmansyah 16 Oktober 10:28

Gara-Gara Iddah, Pemimpin Yahudi Masuk Islam


  • Peneliti genetika yang juga pemimpin yahudi di Albert Einstein College menjadi mualaf.Peneliti genetika yang juga pemimpin yahudi di Albert Einstein College menjadi mualaf

REPUBLIKA.CO.ID, AMERIKA — Robert Guilhem, pakar genetika dan pemimpin yahudi di Albert Einstein College menyatakan dengan tegas soal keislamannya. Dia masuk Islam setelah kagum dengan ayat-ayat Al-Quran tentang masa iddah wanita muslimah selama tiga bulan. Massa iddah merupakan massa tunggu perempuan selama tiga bulan, selama proses dicerai suaminya.

Seperti dikutip dari societyberty.com, hasil penelitian yang dilakukannya menunjukkan, massa iddah wanita sesuai dengan ayat-ayat yang tercantum di Alquran. Hasil studi itu menyimpulkan hubungan intim suami istri menyebabkan laki-laki meninggalkan sidik khususnya pada perempuan.

Dia mengatakan jika pasangan suami istri (pasutri) tidak bersetubuh, maka tanda itu secara perlahan-lahan akan hilang antara 25-30 persen. Gelhem menambahkan, tanda tersebut akan hilang secara keseluruhan setelah tiga bulan berlalu. Karena itu, perempuan yang dicerai akan siap menerima sidik khusus laki-laki lainnya setelah tiga bulan.

Bukti empiris ini mendorong pakar genetika Yahudi ini melakukan penelitian dan pembuktian lain di sebuah perkampungan Muslim Afrika di Amerika. Dalam studinya, ia menemukan setiap wanita di sana hanya mengandung sidik khusus dari pasangan mereka saja.

Penelitian serupa dilakukannya di perkampungan nonmuslim Amerika. Hasil penelitian membuktikan wanita di sana yang hamil memiliki jejak sidik dua hingga tiga laki-laki. Ini berarti, wanita-wanita non-muslim di sana melakukan hubungan intim selain pernikahannya yang sah.

Sang pakar juga melakukan penelitian kepada istrinya sendiri. Hasilnya menunjukkan istrinya ternyata memiliki tiga rekam sidik laki-laki alias istrinya berselingkuh. Dari penelitiannya, hanya satu dari tiga anaknya saja berasal dari dirinya.

Setelah penelitian-penelitian tersebut, dia akhirnya memutuskan untuk masuk Islam. Ia meyakini hanya Islam lah yang menjaga martabat perempuan dan menjaga keutuhan kehidupan sosial. Ia yakin bahwa perempuan muslimah adalah yang paling bersih di muka bumi ini.

link: http://id.berita.yahoo.com/gara-gara-iddah-pemimpin-yahudi-masuk-islam-072059035.html

Kisah Islamnya seorang Felix Siauw


“Jika kamu masih mempunyai banyak pertanyaan, maka kamu belum dikatakan beriman, Iman adalah percaya apa adanya, tanpa reserve”.Begitulah kira-kira suatu pernyataan yang akan selalu saya ingat didalam hidup saya. Waktu itu saya masih seorang penganut Kristen Katolik berusia 12 tahun yang banyak sekali pertanyaan didalam hidup saya. Diantara pertanyaan-pertanyaan itu, tiga pertanyaan yang paling besar adalah: Darimana asal kehidupan ini, Untuk apa adanya kehidupan ini, dan akan seperti apa akhir daripada kehidupan ini. Dari tiga pertanyaan tersebut muncullah pertanyaan-pertanyaan turunan, “Kenapa tuhan pencipta kehidupan ini ada 3, tuhan bapa, putra dan roh kudus? Darimana asal tuhan bapa?”, atau “Mengapa tuhan bisa disalib dan dibunuh lalu mati, lalu bangkit lagi?”. Jawaban-jawaban itu selalu akan mendapatkan jawaban yang mengambang dan tak memuaskan.

 

Ketidakpuasan lalu mendorong saya untuk mencari jawaban di dalam alkitab, kitab yang datang dari tuhan, yang saya pikir waktu itu bisa memberikan jawaban. Sejak saat itu, mulailah saya mempelajari isi alkitab yang belasan tahun tidak pernah saya buka secara sadar dan sengaja. Betapa terkejutnya saya, setelah sedikit berusaha memahami dan mendalami alkitab, saya baru saja mengetahui pada saat itu jika 14 dari 27 surat dari injil perjanjian baru ternyata ditulis oleh manusia, saya hampir tidak percaya bahwa lebih dari setengah isi kitab yang katanya kitab tuhan ditulis oleh manusia, yaitu Santo Paulus. Lebih terkejut lagi ketika saya mengetahui bahwa sisa kitab yang lainnya juga merupakan tulisan tangan manusia setelah wafatnya Yesus.

Sederhananya, Yesus pun tidak mengetahui apa isi injilnya. Lebih dari itu semua, konsep trinitas yang menyatakan tuhan itu tiga dalam satu dan satu dalam tiga (Bapa, Anak, dan Roh Kudus) yang merupakan inti dari ajaran kristen pun ternyata adalah hasil konggres di kota Nicea pada tahun 325 M. Ketika proses mencari jawaban di dalam alkitab pun, saya menemukan sangat sedikit sekali keterangan yang diberikan di dalam alkitab tentang kehidupan setelah mati hari kiamat dan asal usul manusia.

 

Setelah proses pencarian jawaban di dalam alkitab itu, saya memutuskan bahwa agama yang saya anut tidaklah pantas untuk dipertahankan atau diseriusi, karena tidak memberikan saya jawaban atas pertanyaan mendasar saya, juga tidak memberikan kepada saya pedoman dan solusi dalam menjalani hidup ini. Sejak saat itu, saya memutuskan untuk menjadi seseorang yang tidak beragama, tetapi tetap percaya kepada Tuhan. Saya mengambil kesimpulan bahwa semua agama tidak ada yang benar, karena sudah diselewengkan oleh penganutnya seiring dengan waktu.

 

Saya menganggap semua agama sama, tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah. Saya juga berpandangan bahwa Tuhan laksana matahari, dimana para nabi dengan agamanya masing-masing adalah bulan yang memantulkan cahaya matahari, dan pemantulan itu tidak ada yang sempurna, sehingga agama pun tidak ada yang sempurna Tanpa sadar waktu itu saya masuk kedalam ideologi sekular. Menjadilah saya manusia yang sinkretis dan pluralis pada waktu itu.

Tetapi semua pandangan itu berubah 5 tahun kemudian ketika saya memasuki semester ketiga saya ketika berkuliah di salah satu PTN. Saya menemukan bahwa teori saya bahwa semua agama itu sama hancur samasekali dengan adanya realitas baru yang saya dapatkan.

Lewat pertemuan saya dengan seorang ustadz muda aktivis gerakan da’wah islam internasional, perkenalan saya dengan al-Qur’an dimulai. Diskusi itu bermula dari perdebatan saya dengan seorang teman saya tentang kebenaran. Dia berpendapat bahwa kebenaran ada di dalam al-Qur’an, sedangkan saya belum mendapatkan kebenaran. Sehingga dipertemukanlah saya dengan ustadz muda ini untuk berdiskusi lebih lanjut.

Setelah bertemu dan berkenalan dengan ustadz muda ini, saya lalu bercerota tentang pengalaman hidup saya termasuk ketiga pertanyaan hidup saya yang paling besar. Kami lalu berdiskusi dan mencapai suatu kesepakatan tentang adanya Tuhan pencipta alam semesta. Adanya Tuhan, atau Sang Pencipta memanglah sesuatu yang tidak bisa disangkal dan dinafikkan bila kita benar-benar memperhatikan sekeliling kita.

Tapi saya lalu bertanya pada ustadz muda itu “Saya yakin Tuhan itu ada, dan saya berasal dari-Nya, tapi masalahnya ada 5 agama yang mengklaim mereka punya petunjuk bagi manusia untuk menjalani hidupnya. Yang manakah lalu yang bisa kita percaya?!”. Ustadz muda itu berkata “Apapun diciptakan pasti mempunyai petunjuk tentang caranya bekerja” lalu dia menambahkan “Begitupun juga manusia, masalahnya, yang manakah kitab petunjuk yang paling benar dan bisa membuktikan diri kalau ia datang dari Sang Pencipta atau Tuhan yang Maha Kuasa” lalu diapun membacakan suatu ayat dalam al-Qur’an:

Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (TQS al-Baqarah [2]:2)

Ketika saya membaca ayat ini saya terpesona dengan ketegasan dan kejelasan serta ketinggian makna daripada kitab itu. Mengapa penulis kitab itu berani menuliskan seperti itu?. Seolah membaca pikiran saya, ustadz itu melanjutkan “kata-kata ini adalah hal yang sangat wajar bila penulisnya bukanlah manusia, ciptaan yang terbatas, Melainkan Pencipta. Not creation but The Creator. Bahkan al-Qur’an menantang manusia untuk mendatangkan yang semacamnya!”

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang kami wahyukan kepada hamba kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar (TQS al-Baqarah [2]: 23)

Waktu itu saya membeku, pikiran saya bergejolak, seolah seperti jerami kering yang terbakar api. Dalam hati saya berkata “Mungkin inilah kebenaran yang selama ini saya cari!”. Tetapi waktu itu ada beberapa keraguan yang menyelimuti diri saya, belum mau mengakui bahwa memang al-Qur’an adalah suatu kitab yang sangat istimewa, yang tiada seorangpun yang bisa mendatangkan yang semacamnya.

Lalu saya bertanya lagi “Lalu mengapa agama yang sedemikian hebat malah terpuruk, menjadi pesakitan, hina dan menghinakan dirinya sendiri?”. Dengan tersenyum dan penuh ketenangan ustadz muda itu menjawab “Islam tidak sama dengan Muslim. Islam sempurna, mulia dan tinggi, tidak ada satupun yang tidak bisa dijelaskan dan dijawab dalam Islam. Muslim akan mulia, tinggi juga hebat. Dengan satu syarat, mereka mengambil Islam secara kaffah (sempurna) dalam kehidupan mereka”

“Jadi maksud ustadz, muslim yang sekarang tidak atau belum menerapkan Islam secara sempurna?!” sata menyimpulkan.
“Ya, itulah kenyataan yang bisa Anda lihat” tegas ustadz muda itu.
Lalu saya dijelaskan panjang lebar tentang maksud bahwa Islam berbeda dengan Muslim.

Penjelasan itu sangat luar biasa, sehingga memperlihatkan bagaimana sistem Islam kaffah bekerja. Sesuatu yang belum pernah saya dengar tentang Islam sampai saat itu, sesuatu yang tersembunyi (atau sengaja disembunyikan) dari Islam selama ini. Saat itu saya sadar betul kelebihan dan kebenaran Islam. Hanya saja selama ini saya membenci Islam karena saya hanya melihat muslimnya bukan Islam. Hanya melihat sebagian dari Islam bukan keseluruhan.

Akhirnya ketiga pertanyaan besar saya selama ini terjawab dengan sempurna. Bahwa saya berasal dari Sang Pencipta dan itu adalah Allah SWT. Saya hidup untuk beribadah (secara luas) kepada-Nya karena itulah perintah-Nya yang tertulis didalam al-Qur’an. Dan al-Qur’an dijamin datang dari-Nya karena tak ada seorangpun manusia yang mampu mendatangkan yang semacamnya.

Setelah hidup ini berakhir, kepada Allah saya akan kembali dan membawa perbuatan ibadah saya selama hidup dan dipertanggungjawabkan kepada-Nya sesuai dengan aturan yang diturunkan oleh Allah. Setelah yakin dan memastikan untuk jujur pada hasil pemikiran saya. Saya memutuskan:

“Baik, kalau begitu saya akan masuk Islam!”

Saya tahu, saya akan menemui banyak sekali tantangan ketika saya memutuskan hal ini. Saya memiliki lingkungan yang tendensius kepada Islam dan saya yakin keputusan ini tidak akan membuat mereka senang. Tapi bagaimana lagi, apakah saya harus mempertahankan perasaan dan kebohongan dengan mengorbankan kebenaran yang saya cari selama ini?!. “Tidak, sama sekali tidak” saya memastikan pada diri saya sendiri lagi. Artinya walaupun tantangan di depan mata, saya yakin bahwa Allah, yang memberikan saya semuanya inilah yang pantas dan harus didahulukan.

Setelah menemukan Islam, saya menemukan ketenangan sekaligus perjuangan. Ketenangan pada hati dan pikiran karena kebenaran Islam. Dan perjuangan karena banyak muslim yang masih terpisah dengan Islam dan tidak mengetahui hakikat Islam seperti yang saya ketahui, kenikmatan Islam yang saya nikmati dan bangga kepada Islam seperti saya bangga kepada Islam.

Dan mudah-mudahan, sampai akhir hidup saya dan keluarga saya, kami akan terus di barisan pembela Islam yang terpercaya. Janji Allah sangat jelas, dan akan terbukti dalam waktu dekat. Allahuakbar!

Dan Allah Telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana dia Telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang Telah diridhai-Nya untuk mereka, dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik (QS an-Nuur [24]: 55)

Terimakasih Allah SWT, telah memberiku al-Qur’an dan taufik. Terimakasih wahai rasulullah Muhammad saw. atas kasih sayang dan perjuangannya.

link: http://pu3enha.wordpress.com/2012/07/29/kisah-islamnya-ustadz-felix-siauw/

 

 

LSM PERINTIS Kutuk Pembantaian Sadis Suku Rohingya


LSM PERINTIS Kutuk Pembantaian Sadis Suku Rohingya

Pembantaian dan Pembunuhan Sadis Ala Komunis

LSM PERINTIS mengutuk keras aksi pembantaian secara sadis suku Rohingya di Myanmar. Pasalnya, pembantaian keji warga muslim Rohingya itu sangat tidak berprikemanusiaan.

Demikian dikatakan Ketua Umum LSM PERINTIS, Hendra Silitonga di Medan, Kamis (26/07/2012), mencermati pertikaian bernuansa SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan) yang berkepanjangan di negara Myanmar yang disebut-sebut melibatkan para pemimpin negara Asia Tenggara itu.

“Saya terkejut begitu melihat foto-foto mayat para korban pembantaian itu, terlihat ada ratusan bahkan ribuan manusia yang dibantai, dibunuh, dibakar hidup-hidup. Begitu kejinya kelompok etnis yang diduga didukung rezim pemerintahan Myanmar memperlakukan manusia ibarat binatang,”cetus Hendra.

Dikatakan, perbuatan biadab yang dipertontonkan oleh negara Myanmar kehadapan warga dunia sangat tidak bisa ditolerir, dan sudah sepantasnya negara itu diisolasi dari pergaulan internasional atas tindakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) paling berat.

“Pemerintah RI harus segera memutuskan hubungan diplomatik dan atau hubungan kerjasama apapun dengan negara Myanmar, karena perbuatan negara itu pasti tidak akan ditolerir oleh warga dunia manapun. Tindakan ala Komunis itu harus segera dihentikan,”tegas Hendra.

Dikatakan, pembantaian sadis di Myanmar itu merupakan pelanggaran HAM terberat dalam dasawarsa ini. Apalagi pembantaian ini sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu dan terus terjadi hingga bulan ini,” tutur pria yang juga pemerhati masalah Hukum dan HAM ini.

PBB Lamban

Menurut Hendra, PBB dan badan dunia lainnya dinilai lamban mencermati kasus pelanggaran HAM berat ini, buktinya dari laporan yang muncul sedikitnya sudah 6000 warga Rohingya yang tewas dibantai dan diberlakukan ibarat binatang, namun baru sekarang PBB bersikap serius.

“Badan-Badan internasional seperti PBB dan OKI hendaknya harus segera mengambil tindakan nyata guna menghentikan aksi kekerasan bernuansa SARA dan keji terjadap warga muslim di Myanmar itu.

Pemerintah RI diminta segera bersikap tegas atas pembantaian ribuan muslim Rohingya di Myanmar itu, jangan menunggu peringatan dari PBB atau pihak manapun. Apalagi Rohingya adalah umat muslim yang saat ini kondisinya sangat teraniaya dan trauma.

“Langkah paling awal dan cepat, seharusnya pemerintah RI segera mengirimkan nota protes ke Kedubes Myanmar di Jakarta. Tolong segera selamatkan kaum muslim Rohingnya, atau kami akan turun kesana bersama ribuan teman-teman lainnya,” ancam Hendra

Bayangkan, lanjut Hendra, selain maraknya aksi pengepungan, penyerangan, pemerkosaan, dan pambantaian membabibuta warga Rohingya, kaum Muslim Rohingya sebagai saudara seiman kita itu juga tidak bisa melakukan ibadah Ramadhan dengan khusuk.

Karena, kekerasan komunal disana terus berlangsung secara luas, enam minggu setelah pemerintah negara itu mengumumkan keadaan darurat. Untuk itu, presiden memerintakan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa agar mendesak pemerintah Myanmar segera menghentikan pembantaian warga Rohingya.

Sebagai Ketua ASEAN, Indonesia berkewajiban memperhatikan dan ikut menyelesaikan masalah ini. ASEAN harus melakukan tindakan khusus berupa perlindungan dan tuntutan penghentian tindakan kekerasan terhadap etnis Rohingya.

Lebih jauh dikatakan, Pemerintah Myanmar mesti ditekan agar melakukan upaya penyelesaian konflik. Warga Rohingya di negara bagian Rakhine (Arahan), Myanmar dibantai oleh kelompok yang diduga dilakukan oleh etnis lain yang didukung oleh pasukan gabungan keamanan Rakhine.

Jumlah kematian muslim di Arakan diperkirakan mencapai 6.000 jiwa. Selain dibunuh, juga terjadi pembakaran, penjarahan, pemerkosaan, serta penangkapan Muslim Rohingya di Negara Bagian Arakan Myanmar.

Menurut laporan, disebut-sebut pertikaian bernuansa SARA antara kaum muslim Rohingya dengan kelompok etnis Myanmar dari Buddha itu juga didukung oleh pemerintahan Muyanra sendiri, dengan alasan negara itu tidak menerima dan mengakui kaum muslim Rohingya itu bagian dari warga negaranya. (TIM/TRI).

Bersiwak antara Sunnah dan Sains


fajarap |Wednesday, August 24, 2011 1:00 PM WIT

  • Dok. Thinkstock

    Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal/Republika

    Baca artikel Ramadan di ponsel lewat m.koprol.com/ramadan

     

    Rasulullah SAW selalu memakai siwak dan beliau telah berwasiat untuk memakai siwak dalam beberapa haditsnya, di antaranya:

    Dari Abu Hurairah RA, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Kalaulah aku tidak memberatkan terhadap umatku—atau manusia seluruhnya—maka aku perintahkan mereka untuk memakai siwak setiap salat.” (HR Bukhari-Muslim).

    Dari Aisyah RA, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Siwak adalah pembersih mulut dan membuat ridha Tuhan.” (HR Nasa`i dan Ibnu Khuzaimah).

    Inilah yang diucapkan oleh Rasulullah SAW sejak 14 abad silam. Lalu apa yang ditemukan oleh penelitian-penelitian ilmiah yang berkaitan dengan siwak di abad 20 ini?

    Penelitian menyebutkan bahwa siwak mengandung unsur-unsur pencegah penyakit kanker. Untuk siwak jenis India terbukti secara ilmiah mengandung minyak yang bekerja menjaga gusi dari radang, bahkan menjadi penawar gusi yang terserang radang.

    Berdasarkan manfaat siwak ini banyak perusahaan-perusahaan yang mencampurkan olahan siwak dalam pasta gigi untuk pencegahan atau pengobatan radang gusi.

    Siwak juga berfungsi untuk mencegah gigi dari pembusukan. Bahkan mayoritas penduduk asli daratan Barat Afrika dan sebagian kawasan Asia Tenggara memakai siwak sehingga mereka tidak pernah terserang penyakit pembusukan gigi atau radang gusi.

    Lalu apa yang kita katakan setelah ini? Apakah Muhammad SAW seorang dokter spesialis ramuan tumbuhan atau spesialis mulut dan gigi atau ilmu farmasi? Seorang yang “ummi” tidak mampu membaca dan menulis telah berkata demikian sejak 14 abad yang silam.

Rahasia Al-Fatihah


Headline

jendelailmu.com

Oleh:
Gaya Hidup – Rabu, 3 Agustus 2011 | 00:09 WIB
Select LanguageEnglishAfrikaansAlbanianArabicBelarusianBulgarianCatalanChinese (Simplified)Chinese (Traditional)CroatianCzechDanishDutchEstonianFilipinoFinnishFrenchGalicianGermanGreekHaitian CreoleHebrewHindiHungarianIcelandicIrishItalianJapaneseKoreanLatvianLithuanianMacedonianMalayMalteseNorwegianPersianPolishPortugueseRomanianRussianSerbianSlovakSlovenianSpanishSwahiliSwedishThaiTurkishUkrainianVietnameseWelshYiddish

Powered by Translate

INILAH.COM, Jakarta – Kita semua bisa mengenal Allah melalui Surah al Fatihah. Jika sudah mengenal-Nya, niscaya segala kenikmatan dunia dan akhirat akan kita dapatkan.

Al Fatihah menyimpan rahasia besar yang sangat bermanfaat bagi kehidupan kita, sebagai media untuk berdialog dengan Allah dan mengenal-Nya. Siapa pun Anda, bisa mencapai tingkatan ma’rifatullah (mengenal Allah) jika mampu memaknai dan mengamalkan Al Fatihah secara benar.

Setiap hari, begitu sering kita membaca Al Fatihah, baik di saat shalat maupun berdoa. Dengan membacanya saja, Allah akan menurunkan rahmat dan karunia yang begitu banyak untuk kita. Apalagi jika kita mampu memahami makna dan rahasia Al Fatihah.
Manfaatnya tidak hanya untuk kita sendiri, tapi juga untuk keluarga dan orang-orang di sekitar kita. Bahkan, karena keagungan Surah al Fatihah, Rasulullah saw. menganjurkan kepada keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya untuk mengamalkan Surah al Fatihah sebagai zikir sehari-hari.

Buku ini memberikan tuntunan yang benar dan praktis untuk memahami makna Surah al Fatihah. Pembahasannya lengkap dan mudah dipahami. Dengan membaca buku ini, semoga Anda berhasil menguak rahasia Al Fatihah sehingga membawa manfaat lahir-batin dalam kehidupan Anda di dunia dan di akhirat.

Selamat membuktikan!

Judul Buku: Rahasia Al-Fatihah: Kunci Menggapai Kebahagiaan Hakiki di Dunia & Akhirat
ISBN: 9789792665680
Penulis: Zen Muhammad al Hadi, M.A.
Penerbit: Zahra
Terbit: Februari 2011
Tebal: 180 Halaman